Jeli Melihat Peluang Usaha Disela Pandemi , Linda Sukses Pasarkan Jamu99

210703191800-jeli-.jpg

(ist)

JAVANEWS | BANDUNG,- Pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat menjadi turun. Namun demikian tidak bagi keluarga yang satu ini. Bagi mereka ada berkah dibalik situasi tersebut, terlebih pada masa krisis itu mereka bisa menghasilkan sebuah produk kesehatan yang bisa laris dipasaran dan dibutuhkan masyarakat.

Adalah Linda Widianata, wanita berparas cantik yang kini menetap di Bandung ini berhasil mengolah tanaman rimpang menjadi minuman sehat yang berkhasiat. Bahkan kini produk yang dikemas dengan merk Jamu99 bisa dengan mudah dijumpai oleh masyarakat di berbagai outlet.

Saat ditemui di rumah yang menjadi tempat produksinya di kawasan Sarijadi Bandung, Linda menuturkan ide awalnya datang dari keluarga sendiri. Waktu itu tanpa sebab adik iparnya minta dibuatkan kunyit asem,

"Pada awalnya nggak percaya diri apalagi belum punya pengalaman mengolah resep minuman jamu, tanpa pikir panjang saya googling di youtube dan langsung praktek di dapur dan memformulasi kunyit, asem jawa dan gula aren," papar Linda.

Pertama kali produksi hanya buat beberapa botol dan itupun tidak punya rencana untuk di jual, namun setelah dicoba oleh keluarga justru semua ketagihan termasuk mertua.

"Berkat dukungan keluarga dan suami, saya pun memberanikan diri untuk menjual," kata Ibu muda satu anak ini.

Saat pertama kali menjual agak ragu, tapi kembali ia disemangati sang suami dan saling bekerjasama. Dimana ia terus mencoba dan produksi, sementara sang suami melakukan promosi.

"Awal mula saya hanya memproduksi kunyit asem, itupun hanya belasan botol dan tidak memiliki kemasan yang bagus, karena saya fikir hanya keluarga saja yang membeli. Namun, dalam hitungan bulan akhirnya meningkat jadi puluhan botol, bulan berikutnya permintaan mulai menanjak lagi hingga ratusan botol,"ungkap Linda.

Melihat peluang pasar yang baik dan banyaknyang menggemari akhirnya saya dan suami mulai serius menekuni bisnis jamu ini dengan memperbaiki kemasan.

"Selama ini pemasaran tidak ada strategi khusus, alami saja promosi hanya dari mulut ke mulut di lingkungan tempat tinggal. Ada yang dititipkan ke toko kue, minimarket dan ditawarkan langsung ke tetangga juga teman terdekat saja," katanya.

Melihat respon yang positif dari konsumen mulailah percaya diri dan dipasarkan melalui medsos : facebook, grup whatsupp dan Instagram. Dari beberapa konsumen alhamdulillah ada juga yang malah jadi reseller.

Tak hanya Kunyit Asem saja, kini permintaan varian Jamu mulai bertambah seperti Beras Kencur dan Jahe. Untuk kondisi sekarang, sejak sebulan ke belakang permintaan malah naik dua kali lipat sampai 1.000 botol per/bulan, ucap Linda bersyukur.

Kini Jamu Bu Bidan ini dinamai Jamu99 dengan banderol harga terjangkau mulai harga Rp.12.000-45.000. konsumen pun bisa memantau itu di akun instagram @jamu99_

"Saya berharap, Jamu ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan konsumen hingga merasakan khasiatnya, saya senang menjalani bisnis ini apalagi di saat pandemi orang-orang perlu imun yang ekstra dan mudah mudahan bisa membantu," pungkas Bidan lulusan STIKES Cirebon ini. (wan)

Pewarta: Wawan
Editor: Agus Hermawan
©2021 JAVANEWS.INFO

Komentar